Gen Z Wajib Tahu, Istilah-istilah Seputar Pemilu

Gen Z Wajib Tahu, Istilah-istilah Seputar Pemilu

Pemilu 2024 sudah di depan mata, beberapa bulan lagi Bangsa Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Bahkan tahapan pemilu sudah mencapai pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. Adanya pemilu ini bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk memilih calon pemimpin dan menentukan masa depan bangsa.

Pada pemilu mendatang, diprediksi akan didominasi oleh pemilih muda di usia produktif, yakni  pemilih dengan rentang usia 17 Р37. Pada pemilu nanti juga, sebagian Gen Z juga akan menggunakan hak pilihnya pertama kali. Para pemilih muda inilah yang akan memiliki kekuatan dan pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang akan menjadi pengaruh besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia untuk beberapa tahun kedepan.

Mungkin untuk generasi-generasi sebelum sudah sangat familiar dengan proses pemilu beserta istilah-istilah yang sering digunakan, tetapi belum tentu dengan Gen Z. Bagi sebagian Gen Z bahkan mungkin belum terbiasa dengan penggunaan-penggunaan istilah tersebut. Maka dari itu, unutk mempersiapkan diri, berikut ini adalah beberapa istilah yang sering digunakan menjelang pemilu :

1. Pemilu 

Pemilu merupakan singkatan dari Pemilihan Umum. Pemilihan umum adalah suatu proses demokrasi untuk memilih wakil rakyat, pejabat pemerintahan tertentu, hingga kepala negara beserta wakilnya.

2. DPT

DPT merupakan singkatan dari Daftar Pemilih Tetap, yang berisi nama-nama warga negara yang telah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih dalam pemilu. Istilah DPT tercantum dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

3. DPS

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum, DPS merupakan singkatan dari Daftar Pemilih Sementara. Daftar pemilih hasil kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota yang dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan.

4. Dapil

Dapil merupakan singkatan dari Daerah Pemilihan, menjadi daerah pemilihan bagi Anggota DPRD Kabupaten/Kota yang mencakup kecamatan atau gabungan kecamatan yang dibentuk sebagai kesatuan wilayah/daerah yang berdasarkan jumlah penduduk untuk menentukan alokasi kursi sebagai dasar dari pengajuan calon oleh partai politik.

5. Pemilih Pemula

Pemilih pemula merupakan warga Indonesia yang telah memasuki usia memilih dan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali dalam pemilu. Kisaran usia pemilih pemula di Indonesia sekitar 17-21 tahun, mengingat siklus pemilu yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.

6. TPS

TPS merupakan singkatan dari Tempat Pemungutan Suara. TPS adalah lokasi fisik di mana para pemilih datang untuk memberikan hak suaranya dalam pemilu. Para DPT akan memberikan suaranya pada TPS yang telah ditentukan.

7. Golput

Golput merupakan singkatan dari Golongan Putih, atau sekelompok orang yang tidak ingin berpartisipasi dalam pemilu dengan tidak memberikan suaranya pada hari pemilihan. Sejarah naman golput diambil dari pemilih yang mencoblos bagian putih dari surat suara sehingga surat suara jadi tidak sah dan tidak terhitung.

8. Panwaslu

Panwaslu merupakan singkatan dari Panitia Pengawas Pemilu, yang dibentuk di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengawasi penyelenggaraan pemilu.

9. Politik Uang

Politik uang adalah sebuah istilah yang digunakan untuk sebuah tindakan curang yang dilakukan peserta pemilu, dengan memberikan uang atau imbalan lainnya agar bisa dipilih dan menang dalam pemilu. Tindakan ini termasuk ke dalam tindakan korupsi dan bentuk kriminal yang bisa dijerat oleh hukum bila terbukti.

10. Real Count

Real count merupakan proses perhitungan suara secara menyeluruh dari semua TPS dengan menggunakan data formulir model C. Proses perhitungan real count membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan quick count.

Pemilih muda atau pemilih yang datang dari Gen Z, diharapkan untuk berpartisipasi sebagai pemilih dalam pemilu mendatang. Pemilih Gen Z juga harus menjadi pemilih yang jujur dan menghindari kecurangan dan tindak korupsi yang mungkin terjadi selama tahapan pemilu. Selian itu, pastikan juga memilih calon pemimpin yang bebas dari tindak korupsi, karena merupakan cerminan dari masa depan bangsa.

Bagi pemilih muda yang ingin informasi lebih mengenai pemilu, sikap antikorupsi, dan nilai integritas, silakan kunjungi website ACLC KPK untuk mendapatkan beragam informasi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *