Boleh Akrab dengan Atasan tapi Perhatikan Batasan Berikut

Tak sedikit karyawan yang berteman baik dengan atasan atau bos.

Tapi yang perlu diketahui, bos juga punya batasan sendiri.

Terkadang bos yang dianggap ramah bisa menusuk dari belakang selama penilaian atau dia suka membuat batasan datang ke kantor bukan untuk berteman tetapi untuk bekerja.

Jadi, sebelum berencana berteman atau akrab dengan bos, perhatikan empat aturan berikut.

Bedakan berteman dan bersikap ramahJangan salah mengartikan basa-basi dengan persahabatan.

Jika atasan baik, itu tidak berarti dia mencoba berteman.

Butuh waktu untuk berteman dan beberapa bos juga tidak seperti yang terlihat.

Mereka bahkan mungkin memilih untuk membuat batasan tanpa bersikap hangat sebagai pribadi.

Simpan urusan pribadi Tidak peduli seberapa baik atau ramah atasan, itu tidak berarti Anda bisa mengoceh tentang kehidupan pribadi kepadanya.

Jika berpikir hanya Anda yang memiliki masalah, bos mungkin membutuhkan psikiater.

Tetapi ia memiliki tugas untuk menyelesaikan pekerjaan, jadi tidak peduli apa yang terjadi dengan Anda kecuali jika itu mempengaruhi kualitas kerja.

Dengarkan dan amati, bicaralah seperlunyaSebagai karyawan, yang terbaik adalah menjadi pengamat yang baik, lebih banyak mendengarkan, dan berbicara hanya ketika diminta.

Anda akan sadar bos pun memperhatikan pekerjaan orang yang lebih pendiam dan pekerja keras.

Jika ingin berteman dengan bos, buat kesan yang baik, bersikap cerdas.

Tidak bergosip Anda akan dihormati jika tidak bergosip, terutama tentang rekan kerja dengan atasan.

Anda harus tahu pembicaraan itu seperti bisikan.

Pada akhirnya, Andalah yang akan ditanyai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *